Tuesday, August 5, 2008

Default Tips : Menaklukkan Cemas dan Takut Berbicara

Terjemahan bebas dari materi oleh:
Arnold Sanow, MBA, CSP
diambil dari: http://forum.lareosing.org/

Anda diminta untuk berbicara di depan sekelompok orang. Apa yang
terjadi? Jantung berdegup, telapak tangan Anda berkeringat, perut Anda
mual dan merasa ingin muntah, setiap sebentar pergi ke kamar kecil
untuk "mendownload" sesuatu, dan seterusnya. Gejala ini seperti gejala
yang muncul pada berbagai penyakit berat. Padahal, bukan itu yang
sesungguhnya sedang terjadi. Anda "hanya" sedang dilanda penyakit
takut berbicara.

Anda ingin mentransformasi diri Anda menjadi pembicara yang lebih
baik? Anda ingin menaklukkan ketakutan dan kegugupan berbicara? Anda
sudah merasa percaya diri dan ingin meningkatkan level kemampuan Anda?

Berikut adalah tips dari Arnold yang didasarkan pada kisah nyatanya.

1. HILANGKAN PERILAKU DAN KEPERCAYAAN YANG MEMICUNYA

Banyak dari kita yang mengalami "sakit bicara" karena pola-pola
pemikiran yang "tidak terjamin" dan "tidak bisa dibenarkan".

Contoh:

"Berbicara itu berbahaya untuk diri Saya"

"Saya sudah pernah gagal sebelumnya. Saya sangat mungkin akan gagal
lagi."

"Survey menunjukkan bahwa 'takut bicara' adalah ketakutan nomor 1 di
mana-mana di seluruh dunia. Maka, ia juga menjadi ketakutan nomor 1
Saya."

"Audience berbahaya untuk Saya."

"Saya akan terlihat bodoh. Gengsi dong."

"Dari pada malu, mending nggak usah saja."

"Saya tidak memadai secara fisik. Saya juga tidak sealamiah yang
dipersyaratkan untuk menjadi pembicara. Bakat dan 'penampakan' Saya
tidak memungkinkan untuk itu."

"Saya mungkin akan melakukan kesalahan. Saya bakal tidak kuat
menanggungnya."

"Tantowi Yahya, Michael Jackson, Ronald Reagen, Dale Carnegie pun
mengakuinya. Apalagi Saya."

Mohon maaf, Anda salah dalam hal ini. Abraham Lincoln mengatakan "You
are what you think".

Dan bahkan Tuhan pun, mengatakan hal yang sama. Dan jika Anda sangat
bergantung pada-Nya, maka itu semua sangat bergantung pada bagaimana
Anda melihat dan memikirkan diri Anda. Ubah pola pikir Anda menjadi
lebih positif.

Metode EDAN yang ditawarkan di Milis Bicara bisa membantu Anda. Anda
bisa mengikuti workshop sehari dan menjalani metode EDAN, untuk tampil
keesokan harinya dengan lebih percaya diri.

Satu hari (tanpa biaya), dan kemudian tampil percaya diri. Bagaimana
Anda memikirkan hal ini?

2. LATIHAN, LATIHAN DAN LATIHAN

Memikirkan semua tips di Milis Bicara, tidak serta-merta membangun
percaya diri Anda untuk bicara. Sebab bicara adalah soal pengalaman,
perbuatan dan tindakan. Dengan terus berlatih, Anda akan makin
berjaya.

Anda boleh melihat orang belajar berenang atau naik sepeda sampai
bisa. Tanpa melakukannya, bisakah Anda seperti mereka?

Ambil setiap kesempatan untuk bicara. Apa yang perlu Anda ingat hanya
sederhana, yaitu bicara yang baik, atau diam.

3. FOKUS PADA WAJAH-WAJAH RAMAH

Jika Anda berdiri di muka dan mulai bicara, fokuslah pada wajah-wajah
yang Anda kenal atau menunjukkan keramahan dan ketulusan. Anda harus
melakukan hal ini sampai Anda merasa nyaman, untuk kemudian berbagi
pandangan dengan semua orang di dalam audience.

Lakukan ini, setidaknya pada satu orang.

4. VISUALISASIKAN AUDIENCE DENGAN SESUATU YANG BISA MEMBUAT ANDA
SENANG

Percaya atau tidak, Winston Curchill menggunakan ini: Ia "melihat"
audiencenya hanya mengenakan pakaian dalam.

Buat orang Indonesia, cara itu mungkin kurang cocok karena justru bisa
membuat Anda bertambah nervous karena persoalan moral dan etika.
Gunakan cara lain yang punya efek sama. Apa yang terbaik, ya lihat
saja mereka apa adanya. Orang Indonesia sangat terkenal karena wajah
ramahnya. Inilah poin Anda. Intinya, pahamilah bahwa audience adalah
sama dengan Anda.

5. ALOKASIKAN 90% SUMBER DAYA UNTUK BERENCANA

Seperti juga aktivitas lain, rencana yang baik dan matang sangat
menentukan hasilnya. Untuk itu, kerjakan semua PR ini:

- Audience analysis;
- Riset topik;
- Outline yang baik;
- Pembukaan dan penutupan yang dikuasai.

6. "LIHATLAH" KESUKSESAN ANDA

Jika Anda ingin sukses, Anda harus bisa "melihatnya" sekabur atau
sesamar apapun ia. Bagaimanakah Anda bisa mencapai ujung jalan dalam
kabut yang sangat tebal? Lihatlah jalan Anda! Majulah setapak demi
setapak. Anda tidak melihat ujung jalan dengan bola mata saja. Anda
juga tetap bisa melihatnya dengan radar pikiran dan keyakinan
Anda. Anda tetap bisa "melihatnya" dengan pikiran Anda.

Putarlah film tentang kata-kata pembuka Anda, isi bicara Anda, dan
penutupannya. Di dalam film itu setiap orang dari audience tersenyum,
nyaman mendengar, dan puas dengan materi Anda.

Sulit melakukannya? Lupakah Anda, bahwa Anda adalah sang sutradara!
Ingatlah ini: WYSIWYG.

7. LAGI-LAGI JADILAH "GUE BANGET"

Tak perlu repot-repot. Jika Anda tidak bisu, maka Anda telah berlatih
bicara sepanjang hidup Anda. Benarkan? Sejak Anda berusia 2 tahun! Dan
jika dalam latihan puluhan tahun itu, Anda tidak banyak berkata kotor,
buruk atau kata dan ungkapan lain yang berbahaya, maka tak ada
bahayanya bicara untuk Anda.

Menurut AA Gym, Anda adalah teko yang mengeluarkan isinya. Jika "isi"
Anda jernih, maka yang keluar adalah jernih. Soal keluarnya belepotan
dan muncrat kemana-mana, untuk tahap awal bukanlah masalah besar.

Audience Anda toh tidak terlalu memperhatikan struktur bicara Anda.
Merekapun tidak akan terlalu memperhatikan kata-kata Anda (ingat hukum
3 dan dan hukum 17?). Mereka hanya perlu memahami pesan Anda. Itupun,
hanya tiga poin saja.

Menjadi "gue banget" adalah menjadi satu-satunya. Dan jika Anda adalah
satu-satunya, maka Anda adalah pemimpin di depan audience Anda. Dan
pemimpin, adalah orang yang harus didengar bicaranya. Jika Anda
mencoba meniru gaya orang lain, Anda hanya akan menjadi nomor dua.

8. DATANG LEBIH AWAL

Dalam sesi bicara apapun yang melibatkan Anda, sekalipun Anda hanya
akan mendengar, datanglah lebih awal. Apalagi, jika Anda akan bicara.
Datanglah lebih awal.

9. RELAKSASI

Ya. Anda punya banyak cara. Anda bisa sholat, bisa berdoa, bisa
merenung sejenak, bisa bermeditasi dan memikirkan hal positif. Apapun
yang bisa membuat Anda lebih rileks.

Tips Berbicara

Tips Berbicara di depan Orang Banyak

Bicara didepan orang banyak bolehdibilang susah-susah gampang. Seorang penulis handal pun kadang masih seringbelepotan dan terkesan tak mampu bicara didepan banyak orang, padahal kalausedang menulis jagonya minta ampun.

Bicara memang ada seninya,sebagian kalangan percaya bahwa ada dua jenis kepandaian komunikasi yangdimikili manusia yakni komunikasi lisan dan tulisan. Baiklah mari kita tinggalkan komunikasi tulisan dan beranjak pada seni komunikasi lisan atau verbal.

Berikut beberapa tips berbicaradidepan banyak orang :

1. Jika anda seorang yang pemalu, pertama-tama singkirlah rasa malu Anda jauh-jauh. Bagaimana caranya terserah Anda, jika rasa malu bersumber dari penampilan misalnya, baju, atau rambut. Segera perbaiki, lalu mulailah maju ke depan. 99 persen kesuksesan berbicara di depan orang adalah mengalami rasa malu, minder atau sungkan.
2. Jika anda bukan orang pemalu dan mampu menyingkirikan rasa malu, 99 persen Anda sudah mampu bicara didepan banyak orang.
3. Persiapan. Lakukan persiapan sebaik mungkin, belajar bicara sebentar didepan kaca bisa membantu. Atau buat catatan kecil sebagai panduan agar omongan Anda tidak melebar
4. Sering membaca buku humor, lho kok? Betul ini termasuk penting, kenapa? Diharapkan anda mampu menyelipkan suasana humor disela omongan anda agar suasana menjadi sersan alias serius tapi santai
5. Gaya bicara, tak perlu berpatokan dengan gaya bicara tertentu, cukup percaya dirilah dengan gaya bicara anda, namun sebaiknya berikan tekanan intonasi pada kalimat-kalimat yang krusial atau penting
6. Bahasa tubuh. Gunakan bahasa tubuh dengan baik dan tak berlebihan. Misalnya jika ingin menunjuk sesuatu atau seseorang gunakan jari jempol tangan, jika ingin memberi semangat, jangan ragu-ragu mengepalkan tangan. Gerakan tubuh juga perlu dilakukan untuk menambah “daya gedor” pembicaraan anda.
7. Pandangan mata. Sapulah pandangan anda ke seluruh audiens, jangan hanya terpaku pada satu titik. Audiens akan merasa dihargai jika sesekali Anda menoleh kepadanya
8. Cocokan waktu, tempat dan jenis audiens. Jangan sampai salah menyesuaikan materi.

diambil dari:
http://www.kabarinews.com


Tips Belajar Berbicara Didepan Umum
Oleh : Ruby Heman (http://andriewongso.com/)

Tanpa kita sadari, bagi kita yang tinggal di budaya timur, sering kali kita merasa malu untuk berbicara/presentasi di depan umum / Khalayak ramai, kadang kita merasa minder, kurang percaya diri, takut ditertawakan, merasa belum layak, sehingga membuat banyak sekali kesempatan disepan mata yang lewat begitu saja, dan diambil oleh orang lain.

Prinsip tak ada seorang pun yang awalnya berpengalaman, contohnya pada waktu kita lahir ,saat bayi tidak bisa langsung bisa berdiri,butuh merangkak dan belajar berdiri, tidak ada seorang wanitapun yang awalnya pernah punya pengalaman melahirkan seorang bayi.

Saat ini saya mau sharing langkah-langkah apa saja yang perlu disiapkan sebelum kita berbicara didepan orang lain:

1. Persiapkan bahan untuk presentasi kita, apa saja yang perlu dibicarakan, singkat, padat, buat point-pointnya. Usahakan selalu ditulis sehingga kita mudah membaca, saat presentasi , dan membuat kita lebih focus akan apa yang kita sampaikan.
2. Persiapkan penampilan kita saat presentasi. Perhatikan penampilan kita dari bawah sampai atas, sepatu, usahakan bersih, celana, kemeja, usahakan warnanya selaras dengan dasi, jas. Rambut rapi, dan lain-lain, ini merupakan faktor penting sehingga membuat kita lebih Percaya diri saat berbicara.
3. Latihan berbicara didepan kaca, dengan pasangan anda,saudara, orang terdekat dan persilahkan mereka menilai penampilan anda. Siapkan intonasi, gaya bahasa, susunan kata,
4. Siapkan mental positif bahwa anda bisa melakukannya walaupun yang pertama kali, ingat selalu ada titik awal dalam melangkah, ada pribahasa dari tiongkok mengatakan, 1000 langkah dimulai dari langkah pertama.
5. Selalu mengevaluasi diri anda setelah latihan, mungkin dengan merekam suara anda lewat Hp, atau Alat perekam lainnya.

No Body perfect , but u can be learn and learn to be perfect, Mentor saya selalu berkata coba, coba, coba dan usaha lagi, dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, kerja tuntas, kerja dengan sepenuh hati, dan iklas.

Persaingan semakin ketat, sukar atau tidak , kita harus maju terus meraih kesuksesan,