Terjemahan bebas dari materi oleh:
Arnold Sanow, MBA, CSP
diambil dari: http://forum.lareosing.org/
Anda diminta untuk berbicara di depan sekelompok orang. Apa yang
terjadi? Jantung berdegup, telapak tangan Anda berkeringat, perut Anda
mual dan merasa ingin muntah, setiap sebentar pergi ke kamar kecil
untuk "mendownload" sesuatu, dan seterusnya. Gejala ini seperti gejala
yang muncul pada berbagai penyakit berat. Padahal, bukan itu yang
sesungguhnya sedang terjadi. Anda "hanya" sedang dilanda penyakit
takut berbicara.
Anda ingin mentransformasi diri Anda menjadi pembicara yang lebih
baik? Anda ingin menaklukkan ketakutan dan kegugupan berbicara? Anda
sudah merasa percaya diri dan ingin meningkatkan level kemampuan Anda?
Berikut adalah tips dari Arnold yang didasarkan pada kisah nyatanya.
1. HILANGKAN PERILAKU DAN KEPERCAYAAN YANG MEMICUNYA
Banyak dari kita yang mengalami "sakit bicara" karena pola-pola
pemikiran yang "tidak terjamin" dan "tidak bisa dibenarkan".
Contoh:
"Berbicara itu berbahaya untuk diri Saya"
"Saya sudah pernah gagal sebelumnya. Saya sangat mungkin akan gagal
lagi."
"Survey menunjukkan bahwa 'takut bicara' adalah ketakutan nomor 1 di
mana-mana di seluruh dunia. Maka, ia juga menjadi ketakutan nomor 1
Saya."
"Audience berbahaya untuk Saya."
"Saya akan terlihat bodoh. Gengsi dong."
"Dari pada malu, mending nggak usah saja."
"Saya tidak memadai secara fisik. Saya juga tidak sealamiah yang
dipersyaratkan untuk menjadi pembicara. Bakat dan 'penampakan' Saya
tidak memungkinkan untuk itu."
"Saya mungkin akan melakukan kesalahan. Saya bakal tidak kuat
menanggungnya."
"Tantowi Yahya, Michael Jackson, Ronald Reagen, Dale Carnegie pun
mengakuinya. Apalagi Saya."
Mohon maaf, Anda salah dalam hal ini. Abraham Lincoln mengatakan "You
are what you think".
Dan bahkan Tuhan pun, mengatakan hal yang sama. Dan jika Anda sangat
bergantung pada-Nya, maka itu semua sangat bergantung pada bagaimana
Anda melihat dan memikirkan diri Anda. Ubah pola pikir Anda menjadi
lebih positif.
Metode EDAN yang ditawarkan di Milis Bicara bisa membantu Anda. Anda
bisa mengikuti workshop sehari dan menjalani metode EDAN, untuk tampil
keesokan harinya dengan lebih percaya diri.
Satu hari (tanpa biaya), dan kemudian tampil percaya diri. Bagaimana
Anda memikirkan hal ini?
2. LATIHAN, LATIHAN DAN LATIHAN
Memikirkan semua tips di Milis Bicara, tidak serta-merta membangun
percaya diri Anda untuk bicara. Sebab bicara adalah soal pengalaman,
perbuatan dan tindakan. Dengan terus berlatih, Anda akan makin
berjaya.
Anda boleh melihat orang belajar berenang atau naik sepeda sampai
bisa. Tanpa melakukannya, bisakah Anda seperti mereka?
Ambil setiap kesempatan untuk bicara. Apa yang perlu Anda ingat hanya
sederhana, yaitu bicara yang baik, atau diam.
3. FOKUS PADA WAJAH-WAJAH RAMAH
Jika Anda berdiri di muka dan mulai bicara, fokuslah pada wajah-wajah
yang Anda kenal atau menunjukkan keramahan dan ketulusan. Anda harus
melakukan hal ini sampai Anda merasa nyaman, untuk kemudian berbagi
pandangan dengan semua orang di dalam audience.
Lakukan ini, setidaknya pada satu orang.
4. VISUALISASIKAN AUDIENCE DENGAN SESUATU YANG BISA MEMBUAT ANDA
SENANG
Percaya atau tidak, Winston Curchill menggunakan ini: Ia "melihat"
audiencenya hanya mengenakan pakaian dalam.
Buat orang Indonesia, cara itu mungkin kurang cocok karena justru bisa
membuat Anda bertambah nervous karena persoalan moral dan etika.
Gunakan cara lain yang punya efek sama. Apa yang terbaik, ya lihat
saja mereka apa adanya. Orang Indonesia sangat terkenal karena wajah
ramahnya. Inilah poin Anda. Intinya, pahamilah bahwa audience adalah
sama dengan Anda.
5. ALOKASIKAN 90% SUMBER DAYA UNTUK BERENCANA
Seperti juga aktivitas lain, rencana yang baik dan matang sangat
menentukan hasilnya. Untuk itu, kerjakan semua PR ini:
- Audience analysis;
- Riset topik;
- Outline yang baik;
- Pembukaan dan penutupan yang dikuasai.
6. "LIHATLAH" KESUKSESAN ANDA
Jika Anda ingin sukses, Anda harus bisa "melihatnya" sekabur atau
sesamar apapun ia. Bagaimanakah Anda bisa mencapai ujung jalan dalam
kabut yang sangat tebal? Lihatlah jalan Anda! Majulah setapak demi
setapak. Anda tidak melihat ujung jalan dengan bola mata saja. Anda
juga tetap bisa melihatnya dengan radar pikiran dan keyakinan
Anda. Anda tetap bisa "melihatnya" dengan pikiran Anda.
Putarlah film tentang kata-kata pembuka Anda, isi bicara Anda, dan
penutupannya. Di dalam film itu setiap orang dari audience tersenyum,
nyaman mendengar, dan puas dengan materi Anda.
Sulit melakukannya? Lupakah Anda, bahwa Anda adalah sang sutradara!
Ingatlah ini: WYSIWYG.
7. LAGI-LAGI JADILAH "GUE BANGET"
Tak perlu repot-repot. Jika Anda tidak bisu, maka Anda telah berlatih
bicara sepanjang hidup Anda. Benarkan? Sejak Anda berusia 2 tahun! Dan
jika dalam latihan puluhan tahun itu, Anda tidak banyak berkata kotor,
buruk atau kata dan ungkapan lain yang berbahaya, maka tak ada
bahayanya bicara untuk Anda.
Menurut AA Gym, Anda adalah teko yang mengeluarkan isinya. Jika "isi"
Anda jernih, maka yang keluar adalah jernih. Soal keluarnya belepotan
dan muncrat kemana-mana, untuk tahap awal bukanlah masalah besar.
Audience Anda toh tidak terlalu memperhatikan struktur bicara Anda.
Merekapun tidak akan terlalu memperhatikan kata-kata Anda (ingat hukum
3 dan dan hukum 17?). Mereka hanya perlu memahami pesan Anda. Itupun,
hanya tiga poin saja.
Menjadi "gue banget" adalah menjadi satu-satunya. Dan jika Anda adalah
satu-satunya, maka Anda adalah pemimpin di depan audience Anda. Dan
pemimpin, adalah orang yang harus didengar bicaranya. Jika Anda
mencoba meniru gaya orang lain, Anda hanya akan menjadi nomor dua.
8. DATANG LEBIH AWAL
Dalam sesi bicara apapun yang melibatkan Anda, sekalipun Anda hanya
akan mendengar, datanglah lebih awal. Apalagi, jika Anda akan bicara.
Datanglah lebih awal.
9. RELAKSASI
Ya. Anda punya banyak cara. Anda bisa sholat, bisa berdoa, bisa
merenung sejenak, bisa bermeditasi dan memikirkan hal positif. Apapun
yang bisa membuat Anda lebih rileks.
Arnold Sanow, MBA, CSP
diambil dari: http://forum.lareosing.org/
Anda diminta untuk berbicara di depan sekelompok orang. Apa yang
terjadi? Jantung berdegup, telapak tangan Anda berkeringat, perut Anda
mual dan merasa ingin muntah, setiap sebentar pergi ke kamar kecil
untuk "mendownload" sesuatu, dan seterusnya. Gejala ini seperti gejala
yang muncul pada berbagai penyakit berat. Padahal, bukan itu yang
sesungguhnya sedang terjadi. Anda "hanya" sedang dilanda penyakit
takut berbicara.
Anda ingin mentransformasi diri Anda menjadi pembicara yang lebih
baik? Anda ingin menaklukkan ketakutan dan kegugupan berbicara? Anda
sudah merasa percaya diri dan ingin meningkatkan level kemampuan Anda?
Berikut adalah tips dari Arnold yang didasarkan pada kisah nyatanya.
1. HILANGKAN PERILAKU DAN KEPERCAYAAN YANG MEMICUNYA
Banyak dari kita yang mengalami "sakit bicara" karena pola-pola
pemikiran yang "tidak terjamin" dan "tidak bisa dibenarkan".
Contoh:
"Berbicara itu berbahaya untuk diri Saya"
"Saya sudah pernah gagal sebelumnya. Saya sangat mungkin akan gagal
lagi."
"Survey menunjukkan bahwa 'takut bicara' adalah ketakutan nomor 1 di
mana-mana di seluruh dunia. Maka, ia juga menjadi ketakutan nomor 1
Saya."
"Audience berbahaya untuk Saya."
"Saya akan terlihat bodoh. Gengsi dong."
"Dari pada malu, mending nggak usah saja."
"Saya tidak memadai secara fisik. Saya juga tidak sealamiah yang
dipersyaratkan untuk menjadi pembicara. Bakat dan 'penampakan' Saya
tidak memungkinkan untuk itu."
"Saya mungkin akan melakukan kesalahan. Saya bakal tidak kuat
menanggungnya."
"Tantowi Yahya, Michael Jackson, Ronald Reagen, Dale Carnegie pun
mengakuinya. Apalagi Saya."
Mohon maaf, Anda salah dalam hal ini. Abraham Lincoln mengatakan "You
are what you think".
Dan bahkan Tuhan pun, mengatakan hal yang sama. Dan jika Anda sangat
bergantung pada-Nya, maka itu semua sangat bergantung pada bagaimana
Anda melihat dan memikirkan diri Anda. Ubah pola pikir Anda menjadi
lebih positif.
Metode EDAN yang ditawarkan di Milis Bicara bisa membantu Anda. Anda
bisa mengikuti workshop sehari dan menjalani metode EDAN, untuk tampil
keesokan harinya dengan lebih percaya diri.
Satu hari (tanpa biaya), dan kemudian tampil percaya diri. Bagaimana
Anda memikirkan hal ini?
2. LATIHAN, LATIHAN DAN LATIHAN
Memikirkan semua tips di Milis Bicara, tidak serta-merta membangun
percaya diri Anda untuk bicara. Sebab bicara adalah soal pengalaman,
perbuatan dan tindakan. Dengan terus berlatih, Anda akan makin
berjaya.
Anda boleh melihat orang belajar berenang atau naik sepeda sampai
bisa. Tanpa melakukannya, bisakah Anda seperti mereka?
Ambil setiap kesempatan untuk bicara. Apa yang perlu Anda ingat hanya
sederhana, yaitu bicara yang baik, atau diam.
3. FOKUS PADA WAJAH-WAJAH RAMAH
Jika Anda berdiri di muka dan mulai bicara, fokuslah pada wajah-wajah
yang Anda kenal atau menunjukkan keramahan dan ketulusan. Anda harus
melakukan hal ini sampai Anda merasa nyaman, untuk kemudian berbagi
pandangan dengan semua orang di dalam audience.
Lakukan ini, setidaknya pada satu orang.
4. VISUALISASIKAN AUDIENCE DENGAN SESUATU YANG BISA MEMBUAT ANDA
SENANG
Percaya atau tidak, Winston Curchill menggunakan ini: Ia "melihat"
audiencenya hanya mengenakan pakaian dalam.
Buat orang Indonesia, cara itu mungkin kurang cocok karena justru bisa
membuat Anda bertambah nervous karena persoalan moral dan etika.
Gunakan cara lain yang punya efek sama. Apa yang terbaik, ya lihat
saja mereka apa adanya. Orang Indonesia sangat terkenal karena wajah
ramahnya. Inilah poin Anda. Intinya, pahamilah bahwa audience adalah
sama dengan Anda.
5. ALOKASIKAN 90% SUMBER DAYA UNTUK BERENCANA
Seperti juga aktivitas lain, rencana yang baik dan matang sangat
menentukan hasilnya. Untuk itu, kerjakan semua PR ini:
- Audience analysis;
- Riset topik;
- Outline yang baik;
- Pembukaan dan penutupan yang dikuasai.
6. "LIHATLAH" KESUKSESAN ANDA
Jika Anda ingin sukses, Anda harus bisa "melihatnya" sekabur atau
sesamar apapun ia. Bagaimanakah Anda bisa mencapai ujung jalan dalam
kabut yang sangat tebal? Lihatlah jalan Anda! Majulah setapak demi
setapak. Anda tidak melihat ujung jalan dengan bola mata saja. Anda
juga tetap bisa melihatnya dengan radar pikiran dan keyakinan
Anda. Anda tetap bisa "melihatnya" dengan pikiran Anda.
Putarlah film tentang kata-kata pembuka Anda, isi bicara Anda, dan
penutupannya. Di dalam film itu setiap orang dari audience tersenyum,
nyaman mendengar, dan puas dengan materi Anda.
Sulit melakukannya? Lupakah Anda, bahwa Anda adalah sang sutradara!
Ingatlah ini: WYSIWYG.
7. LAGI-LAGI JADILAH "GUE BANGET"
Tak perlu repot-repot. Jika Anda tidak bisu, maka Anda telah berlatih
bicara sepanjang hidup Anda. Benarkan? Sejak Anda berusia 2 tahun! Dan
jika dalam latihan puluhan tahun itu, Anda tidak banyak berkata kotor,
buruk atau kata dan ungkapan lain yang berbahaya, maka tak ada
bahayanya bicara untuk Anda.
Menurut AA Gym, Anda adalah teko yang mengeluarkan isinya. Jika "isi"
Anda jernih, maka yang keluar adalah jernih. Soal keluarnya belepotan
dan muncrat kemana-mana, untuk tahap awal bukanlah masalah besar.
Audience Anda toh tidak terlalu memperhatikan struktur bicara Anda.
Merekapun tidak akan terlalu memperhatikan kata-kata Anda (ingat hukum
3 dan dan hukum 17?). Mereka hanya perlu memahami pesan Anda. Itupun,
hanya tiga poin saja.
Menjadi "gue banget" adalah menjadi satu-satunya. Dan jika Anda adalah
satu-satunya, maka Anda adalah pemimpin di depan audience Anda. Dan
pemimpin, adalah orang yang harus didengar bicaranya. Jika Anda
mencoba meniru gaya orang lain, Anda hanya akan menjadi nomor dua.
8. DATANG LEBIH AWAL
Dalam sesi bicara apapun yang melibatkan Anda, sekalipun Anda hanya
akan mendengar, datanglah lebih awal. Apalagi, jika Anda akan bicara.
Datanglah lebih awal.
9. RELAKSASI
Ya. Anda punya banyak cara. Anda bisa sholat, bisa berdoa, bisa
merenung sejenak, bisa bermeditasi dan memikirkan hal positif. Apapun
yang bisa membuat Anda lebih rileks.
No comments:
Post a Comment